APLIKASI

Lampu Penerangan Jalan Umum Bertenaga Hybrid Angin dan Matahari

Jalan Tol Bali Mandara adalah jalan tol yang membentang sepanjang 12,7 kilometer yang menghubungkan antara Kota Denpasar/Pelabuhan Benoa, Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Nusa Dua di Provinsi Bali, Indonesia. Jalan tol ini melintasi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Jalan tol Bali Mandara merupakan jalan tol pertama di Bali dan jalan tol kedua di Indonesia yang dibangun di atas laut setelah Jembatan Suramadu.


Gambar 1. Tol Bali Mandara


Jalan Tol Bali Mandara terletak di selatan pulau bali, menghadap ke laut Samudra hindia. Perairan Samudera Hindia mempunyai sifat yang unik dan kompleks, karena dinamika perairan ini sangat dipengaruhi oleh sistem angin musim dan sistem angin pasat yang bergerak di atasnya. Angin dominan bertiup dari Utara - Timur dengan kecepatan 2 - 10 knots.

Di Indonesia, kecepatan angin berkisar antara 2 m/s hingga 6 m/s. dengan karakteristik kecepatan seperti itu, Indonesia dinilai cocok untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga angin skala kecil (10 kW) dan menengah (10-100 kW). Salah satu pemanfaatan energi angin adalah dengan menggunakan turbin angin. Turbin angin mampu mengubah energi kinetik angin menjadi energi listrik dengan bantuan generator.

Energi angin termasuk energi terbarukan yang didefinisikan sebagai energi yang secara cepat dapat diproduksi kembali melalui proses alam. Beberapa kelebihan energi terbarukan antara lain: sumbernya relatif mudah didapat, dapat diperoleh dengan gratis, minim limbah, tidak mempengaruhi suhu bumi secara global, dan tidak terpengaruh oleh kenaikkan harga bahan bakar. Energi angin tidak mengeluarkan gas-gas sisa pembakaran seperti karbon monoksida (CO) yang berbahaya jika jumlahnya berlebih, sehingga lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan angin yang memiliki kekuatan angin menengah, seperti di Bali dapat dimanfaatkan secara langsung, untuk penerangan jalan umum, jalan tol, serta daerah-daerah dipinggir pantai pulau bali. Pengaplikasian energi angin dapat diaplikasikan pada lampu jalan tol laut yang berada di Mandara pulau Bali. Salah satunya dapat menjadi produk percontohan pemanfaatan energi angin menjadi energi listrik, sebagai lampu penerangan jalan tol laut.

Produk lampu jalan tol laut bertenaga angin ini, mampu menghasilkan listrik 500watt, secara kontinyu karena angin laut selalu bertiup terus sepanjang waktu. Sehingga listrik yang dihasilkan oleh generator kincir angin disimpan kedalam baterai, yang mana baterai ini mampu menyalakan lampu jalan untuk menerangi jalan tol saat malam hari hingga menjelang pagi hari. Daya baterai hanya digunakan saat kecepatan angin rendah, Ketika kebutuhan angin tercukupi kapasitas baterai tidak terpakai dan daya yang dihasilkan ke turbin akan langsung digunakan untuk lampu.

Lampu jalan bertenaga angin ini dilengkapi sensor malam, sehingga jika saat kondisi menjelang malam hari lampu akan otomatis menyala, serta saat fajar lampu akan mati secara otomatis. Listrik yang dihasilkan oleh generator kincir angin tidak berpengaruh saat siang atau malam, selama ada angin bertiup maka listrik tetap dihasilkan kemudian disimpan kedalam baterai. Desain lampu jalan bertenaga angin, serta spesifikasi gambar Teknik ditunjukan pada gambar berikut.

Spesifikasi 1 (Download PDF)

Spesifikasi 2 (Download PDF)